
Di Panti Karya Asih Asrama Lawang, kreativitas dan terapi bertemu dalam kegiatan yang sederhana namun efektif: bermain balok (Square Building Blocks). Bagi warga panti dengan kondisi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), balok-balok sederhana ini bukan hanya mainan, melainkan alat terapi yang membuka pintu menuju karya tak terbatas dan stimulasi sensori.
Balok: Media Terapi yang Serbaguna
Kegiatan bermain balok menawarkan berbagai manfaat terapeutik bagi warga panti:
- Melatih Keterampilan Motorik Halus: Mengambil, menyusun, dan menyeimbangkan balok membutuhkan koordinasi mata-tangan dan ketangkasan jari. Aktivitas ini secara efektif melatih motorik halus, yang penting untuk kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
- Mengembangkan Fokus dan Konsentrasi: Proses membangun balok memerlukan perhatian penuh pada bentuk, ukuran, dan keseimbangan. Hal ini membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus, keterampilan kognitif yang sering terganggu pada penderita gangguan jiwa.
- Membangun Rasa Percaya Diri: Selesai menyusun balok dan menciptakan sebuah karya, warga panti merasakan pencapaian. Rasa bangga ini menjadi sumber rasa percaya diri yang kuat, mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru dan mengeksplorasi kreativitas mereka.
Stimulasi Sensori yang Menenangkan
Selain manfaat kognitif, balok juga berfungsi sebagai bahan sensori. Tekstur, berat, dan suara balok saat disusun memberikan stimulasi sensori yang menenangkan bagi warga panti yang mungkin memiliki kesulitan dalam memproses rangsangan. Aktivitas ini membantu mereka merasa lebih rileks dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar.
Melalui balok-balok sederhana, Panti Karya Asih Asrama Lawang membuktikan bahwa terapi tidak harus selalu rumit. Dengan pendekatan yang tepat, benda sehari-hari bisa menjadi alat yang efektif untuk memulihkan, memberdayakan, dan membangkitkan kreativitas tak terbatas di setiap individu.
