Memahami Peran Dokter Geriatri di RSJ dan Perbedaannya dengan Dokter Jiwa dalam Penanganan Lansia Demensia

Dokter geriatri di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) memiliki peran yang sangat penting dalam menangani permasalahan kesehatan mental pada lansia. Banyak masyarakat masih belum memahami perbedaan antara dokter geriatri dan dokter jiwa, padahal keduanya memiliki fokus keilmuan yang berbeda namun saling melengkapi, terutama dalam kasus lansia dengan gangguan psikiatrik seperti demensia.

Artikel ini bertujuan memberikan edukasi mengenai apa itu dokter geriatri di RSJ, perbedaannya dengan dokter jiwa, serta gambaran perubahan perilaku awal demensia yang sering ditemui pada warga lansia di Panti Karya Asih.

Apa itu dokter geriatri di RSJ

Dokter geriatri adalah dokter spesialis yang fokus menangani kesehatan lansia secara menyeluruh. Di RSJ, dokter geriatri tidak hanya memperhatikan aspek psikiatrik, tetapi juga kondisi fisik, penyakit kronis, fungsi kognitif, mobilitas, nutrisi, hingga kualitas hidup lansia.

Pada lansia, gangguan mental sering tidak berdiri sendiri. Demensia, depresi, atau gangguan perilaku sering muncul bersamaan dengan penyakit fisik seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Di sinilah peran dokter geriatri menjadi sangat penting, karena ia melihat pasien lansia sebagai satu kesatuan tubuh dan pikiran, bukan hanya fokus pada gejala kejiwaan.

Perbedaan dokter geriatri dan dokter jiwa

Dokter jiwa atau psikiater berfokus pada diagnosis dan penanganan gangguan mental seperti skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan. Pendekatannya lebih menitikberatkan pada kondisi psikiatrik, terapi psikofarmaka, dan intervensi psikososial.

Sementara itu, dokter geriatri menangani lansia dengan pendekatan multidisipliner. Dalam konteks RSJ, dokter geriatri bekerja sama dengan psikiater untuk memastikan bahwa pengobatan kejiwaan tidak memperberat kondisi fisik lansia. Contohnya, penggunaan obat psikiatri jangka panjang perlu disesuaikan dengan fungsi ginjal, hati, dan jantung yang sudah menurun pada usia lanjut.

Dengan kata lain, dokter jiwa menangani “penyakit jiwanya”, sedangkan dokter geriatri menangani “manusia lansia secara utuh” dengan segala keterbatasan biologis dan psikologisnya.

Permasalahan psikiatrik yang sering muncul pada lansia

Pada lansia, permasalahan psikiatrik sering kali berbeda dengan usia muda. Gejala tidak selalu muncul dalam bentuk halusinasi atau waham yang jelas. Justru perubahan perilaku kecil sering menjadi tanda awal gangguan mental.

Di Panti Karya Asih, lansia dengan demensia atau gangguan kognitif sering datang dengan keluhan awal seperti mudah marah, sensitif, menarik diri, sulit tidur, atau mudah curiga. Keluarga kerap menganggap hal ini sebagai “sifat orang tua” atau faktor usia, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan psikiatrik.

Perubahan perilaku awal demensia pada warga panti

Berdasarkan pengalaman pendampingan di Panti Karya Asih, perubahan awal perilaku demensia sering kali tidak disadari. Lansia mulai lupa hal-hal sederhana, mengulang pertanyaan yang sama, atau kebingungan terhadap rutinitas harian. Selain itu, muncul perubahan emosi seperti mudah tersinggung, gelisah tanpa sebab jelas, atau tiba-tiba menjadi sangat pasif.

Pada tahap awal, lansia masih dapat berkomunikasi dengan baik, namun respons emosinya mulai tidak sesuai dengan situasi. Ada pula yang mulai kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai. Inilah fase penting di mana peran dokter geriatri dan dokter jiwa sangat dibutuhkan untuk membedakan antara depresi lansia, demensia dini, atau gangguan psikiatrik lainnya.

Pendekatan di Panti Karya Asih

Panti Karya Asih memandang bahwa penanganan lansia dengan gangguan mental tidak bisa dilakukan secara satu arah. Kolaborasi antara dokter geriatri, dokter jiwa, perawat, dan pendamping menjadi kunci utama. Fokus utama bukan hanya menekan gejala, tetapi menjaga kenyamanan, keamanan, dan martabat lansia.

Lingkungan yang stabil, rutinitas yang teratur, serta komunikasi yang empatik menjadi bagian penting dari perawatan. Obat digunakan secara hati-hati agar tidak memperburuk kondisi fisik maupun kognitif lansia.

Kesimpulan

Dokter geriatri di RSJ memiliki peran strategis dalam menangani permasalahan kesehatan mental lansia yang kompleks dan saling berkaitan dengan penyakit fisik. Perbedaannya dengan dokter jiwa terletak pada pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap kondisi lansia.

Melalui kolaborasi medis dan pendampingan berkelanjutan, Panti Karya Asih berupaya mendeteksi perubahan perilaku sejak dini, memberikan perawatan yang tepat, dan memastikan lansia dengan gangguan mental tetap mendapatkan kualitas hidup yang manusiawi dan bermartabat.

Dukungan Anda Sangat Berarti

Panti Karya Asih terus menghadirkan layanan perawatan mental dan fisik yang menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Anda dapat ikut berpartisipasi dalam program pemberdayaan ini melalui doa, dukungan, atau donasi.

Donasi Rekening
a.n Karya Asih Selaras Anugerah
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
No. Rekening: 3124-0106-1458-536